Kamis, 06 Agustus 2015

Pendidikan Karakter Sahabat Nabi pada Pengusaha-pengusaha Muda

Pengusaha merupakan ujung tombak dari perekonomian suatu bangsa. Jumlah pengusaha merupakan cerminan dari kemajuan perekonomian suatu negara. Lazimnya, semakin besar jumlah pengusaha di suatu negara, semakin maju dan stabil perekonomian negara tersebut. Pertambahan jumlah pengusaha juga berkorelasi positif dengan bertambahnya jumlah lapangan pekerjaan, pertambahan pendapatan negara, dan peningkatan tingkat kesejahteraan masyarakat.

Hal yang harus juga harus ditumbuhkan seiring dengan bertambahnya jumlah pengusaha di sebuah negara adalah pendidikan karakter pada pengusaha. Jika memang pengusaha adalah ujung tombak, tentu jauh lebih baik juga ujung tombak tersebut benar-benar tajam. Ibaratnya, ujung tombak yang telah diasah adalah pengusaha yang telah mempunyai karakter yang baik yang benar-benar bisa menjadi andalan suatu bangsa.




Dewasa ini dapat kita lihat sendiri, banyak pengusaha-pengusaha yang justru malah merusak bangsa ini. Bukannya menambah laju perekonomian bangsa, justru malah merusaknya dari dalam. Sebagai contohnya adalah kasus-kasus illegal loging yang terjadi di berbagai hutan di Indonesia. Itu merupakan perbuatan pengusaha-pengusaha yang berkarakter buruk. Ujung tombak yang malah menjadi senjata makan tuan.

Hal tersebut semakin menekankan bahwa pendidikan karakter pada pengusaha sudah sangatlah wajib dilakukan. Pendidikan karakter pada pengusaha muda sudah dilakukan oleh Kampus Bisnis Umar Usman yang menjadikan karakter sahabat Nabi Muhammad, yaitu Umar dan Usman sebagai role model. Sebagai bagian dari generasi terbaik ummat ini, Umar dan Usman dapat menjadi contoh yang baik bagaimana semestinya seorang pengusaha bergaul, bekerja, dan berderma. Kampus Umar Usman menekankan kultur tanggungjawab, disiplin, dan peduli sebagai nilai-nilai yang harus dibawa oleh mahasiswa Kampus Bisnis Umar Usman sampai akhir hayat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar