Senin, 24 Agustus 2015

Kampus Bisnis Pencetak Pengusaha Handal


Dewasa ini, kampus bisnis tumbuh berkembang sangat cepat. Berbagai kampus bisnis dengan berbagai macam “ciri khas” ditawarkan. Mulai dari kampus bisnis yang terkenal elit, mahal, dan elegan. Sampai ada kampus bisnis yang biayanya ringan dan bisa dicicil dengan hasil usaha mahasiswa itu sendiri. Hal tersebut terjadi seiringan dengan berkembangnya minat masyarakat untuk menggeluti dunia wirausaha lebih jauh lagi. Mereka tidak hanya ingin berdagang, tapi juga mereka ingin berbisnis.

Bertambahnya jumlah kampus bisnis juga berbanding lurus dengan jumlah wirausahawan yang kian hari kian bertambah. Data menyebutkan walaupun jika dibandingkan dengan negara-negara lain jumlah wirausaha di indonesia masih terbilang kecil, namun pertumbuhan akhir-akhir ini harus disyukuri. Web resmi Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah RI (www.depkop.go.id) menyebutkan bahwa  jumlah wirausaha Indonesia masih sekitar 1,65% dari total jumlah penduduk. Masih kalah jauh jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga semisal Singapura, Malaysia, dan Thailand. Adapun persentase wirausaha di Singapura itu sudah 7%, Malaysia 5%, Thailand 4%, sedangkan negara maju seperti Amerika Serikat persentasenya sudah mencapai 12%. Jumlah 1,65% diatas sudah merupakan perkembangan yang bisa dikatakan cukup baik dari yang sebelumnya hanya 1,56%. Hal tersebut tidak bisa dipisahkan dari peran kampus-kampus bisnis yang ada di Indonesia.


Diantara kampus-kampus bisnis yang mempunyai bukti nyata telah menghasilkan bukti nyata mencetak pengusaha-pengusaha handal adalah Kampus Bisnis Umar Usman. Kampus yang merupakan inisiatif dari Ippho Santosa, penulis mega best-seller “7 keajaiban Rezeki” ini memang baru seumur jagung. Namun alumni-alumni yang ada telah berbicara tentang kualitas pendidikan dan pengajaran di kampus itu. Sebut saja Aji Wanda yang kini telah mendirikan dan sekaligus menjadi CEO pack-creative, Lian Fahmi yang kini telah menjadi eksportir muda yang diperhitungkan, dan ada juga eva yang tidak lama setelah kelulusannya dari Kampus Bisnis Umar Usman berhasil membuka empat butik di empat pusat perbelanjaan ternama di Indonesia. 

Belajar Bisnis dengan Cara Nabi


Rasullah SAW telah mengenal bisnis semenjak beliau kecil. Bisnis atau usaha beliau yang pertama dimulai dari menggembala kambing. Perlahan tapi pasti, lalu bisnis Rasulullah naik terus ke tingkat yang lebih tinggi lagi. Pada saat umur Rasulullah SAW 12, beliau sudah diajak pamannya, yakni Abu Thalib untuk berniaga ke Neger Syam. Disitulah awal mula Rasullah mulai belajar bisnis secara serius. Selanjutnya ketika berusia 17 tahun, Nabi Muhammad sudah mendapatkan mandat penuh untuk menjalankan perdagangan Abu Thalib, reputasinya yang bagus dan tanpa cacat membuatnya banyak dipercaya dan pada usia 20 tahun, Rasulullah sudah berhasil menguasai perdangan di jamannya.

Bagaimana sih Rasulullah bisa seperti itu? Apa rahasianya? Berikut adalah beberapa rahasia yang Rasulullah terapkan dalam kehidupan sehingga memberikan efek besar dalam karir dan bisnis Rasulullah.

1. Kejujuran. Kejujuran adalah sesuatu yang sangat penting, sangat vital dan fundamental. Rasulullah selalu jujur dalam setiap perkataan dan perbuatannya. Rasulullah seringkali melarang pada distributor untuk menaruh barang yang buruk/jelek dalam dagangan yang akan Rasulullah bawa. Beliau selalu memberikan barang dagangan sesuai dengan keadaan aslinya dan selalu yang terbaik bagi konsumen Beliau

2. Berprinsip Ketuhanan. Maksudnya dalam menjalankan bisnis, Rasulullah selalu sadar kalau dirinya diawasi oleh Allah SWT dan ia sadar bahwa Dirinya hanyalah Makhluk. Ia menjalankan bisnis dengan menjauhi apa yang Allah larang, seperti Riba dsb.

3. Bertanggung jawab. Bertanggung jawab tidak hanya pada partner bisnis dan juga atasan. Bertanggung jawab juga kepada Allah SWT.

4. Niat yang baik. Tidak hanya mengejar keuntungan, namun lebih penting ditujukan untuk menolong orang lain. Sharing and giving.
5. Berani bermimpi besar dan mau berusaha mewujudkannya.
6. Personal branding yang baik. Nama baik selalu membuat orang-orang mau bekerja sama dengan Beliau.

Hal-hal diatas adalah beberapa rahasia berbisnis ala Nabi yang insyaa Allah sudah terbukti berhasil.


Namun sayangnya, akhir-akhir ini nilai-nilai yang Nabi ajarkan dalam berbisnis mulai mengendur dari para pebisnis. Keuntungan sudah menjadi fokus utama kebanyakan pebisnis sekarang. Sebab itu, akan lebih baik jika sejak dini, para pengusaha sudah ditanamkan nilai-nilai berbisnis secara islami. Salah satu tempat yang mengajarkan nilai-nilai tersebut adalah kampus bisnis umar usman. Di Kampus Bisnis Umar Usman, diajarkan bagaimana prophetic bussiness ala Nabi Muhammad. Selain itu yang paling penting, di Kampus Bisnis Umar Usman full praktek. Tidak hanya teori.

Hakikat Kekayaan yang Sebenarnya


Kekayaan, apakah kekayaan itu? banyak orang yang dalam hidupnya mencari kekayaan tanpa mengetahui apakah kekayaan itu. Apakah kekayaan itu adalah keberlimpahan harta? Mempunyai banyak rumah dan mobil? Mempunyai sawah berhektar-hektar? Sebenarnya bisa dikatakan benar kalau semua itu adalah kekayaan. Namun jika dilihat lebih jauh lagi, banyak orang yang sudah mempunyai hal itu semua tapi masih merasakan kekurangan disana sini. So, benarkah itu semua yang disebut kekayaan?

Cara pandang islam terhadap kekayaan merupakan cara pandang kekayaan yang sesungguhnya dan hakiki. Kekayaan dalam islam, bukanlah berupa harta benda. Kekayaan yang sesungguhnya tidak selalu diukur dengan angka-angka materi. Adapun keluasan hati seseorang untuk menerima dan menyukuri apa yang ada merupakan kekayaan yang sebenarnya menurut Rasulullah SAW.

Dari Abu Hurairah, Nabi bersabda, “kekayaan bukanlah banyak harta benda, akan tetapi kekayaan adalah kekayaan hati.” (Hadis riwayat Bukhari Muslim)
Seorang alim ternama, Ibnu Baththal mengatakan, “maksud hadist ini bermaksud bahwa kekayaan yang hakiki bukanlah bergelimpangan harta. Karena, banyak orang yang Allah luaskan hartanya namun ia tetap saja tidak merasa cukup dengan pemberian tersebut. Maka ia terus mencari-cari harta untuk memenuhi keinginannya dengan berbagai cara. Tak peduli darimana harta itu didapatkan. Maka sesungguhnya orang tersebut adalah orang yang miskin.

Oleh karena itu, kekayaan yang sebenarnya adalah kekayaan jiwa atau mental kaya. Jiwa yang bersyukur dengan apa yang Allah berikan. Jiwa yang tetap berbagi walaupun dirinya sendiri masih membutuhkan. Jiwa yang tidak mengemis, meminta kecuali hanya pada Allah SWT.


Dalam kehidupan saat ini, “Mental Kaya” sudah jarang ditemui. Bahkan banyak orang kaya harta masih tetap ,meminta dan malas berbagi. “Mental Kaya” semestinya sudah diajarkan sejak dini karena hal tersebut amatlah penting dalam mengarungi kehidupan. Salah satu institusi pendidikan yang mengajarkan tentang “Mental Kaya” adalah Kampus Bisnis Umar Usman. Di Kampus Bisnis Umar Usman, para mahasiswa diajarkan bagaimana caranya hidup dengan “Mental Kaya”. Kampus Bisnis Umar Usman mencetak pengusaha-pengusaha berkarakter sahabat Umar dan Usman yang walaupun kaya, mereka tetap sederhana, mau berbagi ke sesama dan selalu bersyukur.

Bisnis dalam Al-Quran dan Hadist

Bisnis atau perdagangan merupakan suatu hal yang sangat terpuji dalam Islam. Banyak ayat dan hadist Nabi Muhammad yang menyebutkan tentang perdagangan, bahkan Nabi Muhammad sendiri adalah seorang pedagang handal, pebisnis sukses yang sangat disegani. C.C Torney dalam The Commercial Theological Term in the Quran mengatakan bahwa Al-Qur’an menyebutkan dan menjelaskan terminologi tentang norma-norma perdagangan memakai 20 terminologi bisnis dan bahkan diulang-ulang sebanyak 720 kali. Ini menandakan bahwa pentingnya dan terpujinya bisnis dalam Islam.

Hadist juga seringkali menyebutkan tentang bisnis. Dan salah satu yang terkenal adalah hadist yang diriwayatkan oleh Muadz bin Jabal.

Dari Muadz bin Jabal, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “sesungguhnya sebaik-baik usaha adalah usaha perdagangan yang apabila mereka berbicara tidak berdusta, jika berjanji tidak menyalahi, jika dipercaya tidak berkhianat, jika membeli tidak mencela produk, jika menjual tidak memuji-muji dagangan, jika berhutang tidak melambatkan pembayaran, jika memiliki piutang tidak mempersulit. (H.R Baihaqi) dan dalam riwayat lain, “ Hendaklah kamu berdagang, karena didalamnya terdapat 90% pintu rezeki (H.R Ahmad)

Terpujinya bisnis dan perdagangan dalam Islam juga terkait dengan aturan-aturan yang Islam ajarkan dalam berbisnis. Etika-etika yang harus dipatuhi pebisnis, dan juga anjuran dan larangan dalam berbisnis menurut Islam.


Sudah seyogyanya, bagi seorang pebisnis jika ingin terpuji dan sukses hendaklah ia mengikuti apa-apa yang sudah diatur oleh Al-Quran dan Hadist. Sebab itu dalam belajar berbisnis sebaiknya pebisnis muslim menambah ilmu di tempat yang mengajarkan aplikasikan ilmu bisnis secara syar’ie. Salah satu tempat terbaik untuk belajar hal tersebut adalah Kampus Bisnis Umar Usman. Di Kampus Bisnis Umar Usman diajarkan bagaimana cara berbisnis yang tidak hanya mementingkan Dunia tapi juga Akherat.