Kekayaan, apakah kekayaan
itu? banyak orang yang dalam hidupnya mencari kekayaan tanpa mengetahui apakah
kekayaan itu. Apakah kekayaan itu adalah keberlimpahan harta? Mempunyai banyak
rumah dan mobil? Mempunyai sawah berhektar-hektar? Sebenarnya bisa dikatakan
benar kalau semua itu adalah kekayaan. Namun jika dilihat lebih jauh lagi,
banyak orang yang sudah mempunyai hal itu semua tapi masih merasakan kekurangan
disana sini. So, benarkah itu semua
yang disebut kekayaan?
Cara pandang islam terhadap
kekayaan merupakan cara pandang kekayaan yang sesungguhnya dan hakiki. Kekayaan
dalam islam, bukanlah berupa harta benda. Kekayaan yang sesungguhnya tidak
selalu diukur dengan angka-angka materi. Adapun keluasan hati seseorang untuk menerima
dan menyukuri apa yang ada merupakan kekayaan yang sebenarnya menurut
Rasulullah SAW.
Dari Abu Hurairah, Nabi
bersabda, “kekayaan bukanlah banyak harta benda, akan tetapi kekayaan adalah
kekayaan hati.” (Hadis riwayat Bukhari Muslim)
Seorang alim ternama, Ibnu
Baththal mengatakan, “maksud hadist ini bermaksud bahwa kekayaan yang hakiki
bukanlah bergelimpangan harta. Karena, banyak orang yang Allah luaskan hartanya
namun ia tetap saja tidak merasa cukup dengan pemberian tersebut. Maka ia terus
mencari-cari harta untuk memenuhi keinginannya dengan berbagai cara. Tak peduli
darimana harta itu didapatkan. Maka sesungguhnya orang tersebut adalah orang
yang miskin.
Oleh karena itu, kekayaan
yang sebenarnya adalah kekayaan jiwa atau mental kaya. Jiwa yang bersyukur
dengan apa yang Allah berikan. Jiwa yang tetap berbagi walaupun dirinya sendiri
masih membutuhkan. Jiwa yang tidak mengemis, meminta kecuali hanya pada Allah
SWT.
Dalam kehidupan saat ini, “Mental
Kaya” sudah jarang ditemui. Bahkan banyak orang kaya harta masih tetap ,meminta
dan malas berbagi. “Mental Kaya” semestinya sudah diajarkan sejak dini karena
hal tersebut amatlah penting dalam mengarungi kehidupan. Salah satu institusi
pendidikan yang mengajarkan tentang “Mental Kaya” adalah Kampus Bisnis Umar Usman.
Di Kampus Bisnis Umar Usman, para mahasiswa diajarkan bagaimana caranya hidup
dengan “Mental Kaya”. Kampus Bisnis Umar Usman mencetak pengusaha-pengusaha
berkarakter sahabat Umar dan Usman yang walaupun kaya, mereka tetap sederhana,
mau berbagi ke sesama dan selalu bersyukur.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar