Senin, 24 Agustus 2015

Hakikat Kekayaan yang Sebenarnya


Kekayaan, apakah kekayaan itu? banyak orang yang dalam hidupnya mencari kekayaan tanpa mengetahui apakah kekayaan itu. Apakah kekayaan itu adalah keberlimpahan harta? Mempunyai banyak rumah dan mobil? Mempunyai sawah berhektar-hektar? Sebenarnya bisa dikatakan benar kalau semua itu adalah kekayaan. Namun jika dilihat lebih jauh lagi, banyak orang yang sudah mempunyai hal itu semua tapi masih merasakan kekurangan disana sini. So, benarkah itu semua yang disebut kekayaan?

Cara pandang islam terhadap kekayaan merupakan cara pandang kekayaan yang sesungguhnya dan hakiki. Kekayaan dalam islam, bukanlah berupa harta benda. Kekayaan yang sesungguhnya tidak selalu diukur dengan angka-angka materi. Adapun keluasan hati seseorang untuk menerima dan menyukuri apa yang ada merupakan kekayaan yang sebenarnya menurut Rasulullah SAW.

Dari Abu Hurairah, Nabi bersabda, “kekayaan bukanlah banyak harta benda, akan tetapi kekayaan adalah kekayaan hati.” (Hadis riwayat Bukhari Muslim)
Seorang alim ternama, Ibnu Baththal mengatakan, “maksud hadist ini bermaksud bahwa kekayaan yang hakiki bukanlah bergelimpangan harta. Karena, banyak orang yang Allah luaskan hartanya namun ia tetap saja tidak merasa cukup dengan pemberian tersebut. Maka ia terus mencari-cari harta untuk memenuhi keinginannya dengan berbagai cara. Tak peduli darimana harta itu didapatkan. Maka sesungguhnya orang tersebut adalah orang yang miskin.

Oleh karena itu, kekayaan yang sebenarnya adalah kekayaan jiwa atau mental kaya. Jiwa yang bersyukur dengan apa yang Allah berikan. Jiwa yang tetap berbagi walaupun dirinya sendiri masih membutuhkan. Jiwa yang tidak mengemis, meminta kecuali hanya pada Allah SWT.


Dalam kehidupan saat ini, “Mental Kaya” sudah jarang ditemui. Bahkan banyak orang kaya harta masih tetap ,meminta dan malas berbagi. “Mental Kaya” semestinya sudah diajarkan sejak dini karena hal tersebut amatlah penting dalam mengarungi kehidupan. Salah satu institusi pendidikan yang mengajarkan tentang “Mental Kaya” adalah Kampus Bisnis Umar Usman. Di Kampus Bisnis Umar Usman, para mahasiswa diajarkan bagaimana caranya hidup dengan “Mental Kaya”. Kampus Bisnis Umar Usman mencetak pengusaha-pengusaha berkarakter sahabat Umar dan Usman yang walaupun kaya, mereka tetap sederhana, mau berbagi ke sesama dan selalu bersyukur.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar