Senin, 24 Agustus 2015

Kampus Bisnis Pencetak Pengusaha Handal


Dewasa ini, kampus bisnis tumbuh berkembang sangat cepat. Berbagai kampus bisnis dengan berbagai macam “ciri khas” ditawarkan. Mulai dari kampus bisnis yang terkenal elit, mahal, dan elegan. Sampai ada kampus bisnis yang biayanya ringan dan bisa dicicil dengan hasil usaha mahasiswa itu sendiri. Hal tersebut terjadi seiringan dengan berkembangnya minat masyarakat untuk menggeluti dunia wirausaha lebih jauh lagi. Mereka tidak hanya ingin berdagang, tapi juga mereka ingin berbisnis.

Bertambahnya jumlah kampus bisnis juga berbanding lurus dengan jumlah wirausahawan yang kian hari kian bertambah. Data menyebutkan walaupun jika dibandingkan dengan negara-negara lain jumlah wirausaha di indonesia masih terbilang kecil, namun pertumbuhan akhir-akhir ini harus disyukuri. Web resmi Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah RI (www.depkop.go.id) menyebutkan bahwa  jumlah wirausaha Indonesia masih sekitar 1,65% dari total jumlah penduduk. Masih kalah jauh jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga semisal Singapura, Malaysia, dan Thailand. Adapun persentase wirausaha di Singapura itu sudah 7%, Malaysia 5%, Thailand 4%, sedangkan negara maju seperti Amerika Serikat persentasenya sudah mencapai 12%. Jumlah 1,65% diatas sudah merupakan perkembangan yang bisa dikatakan cukup baik dari yang sebelumnya hanya 1,56%. Hal tersebut tidak bisa dipisahkan dari peran kampus-kampus bisnis yang ada di Indonesia.


Diantara kampus-kampus bisnis yang mempunyai bukti nyata telah menghasilkan bukti nyata mencetak pengusaha-pengusaha handal adalah Kampus Bisnis Umar Usman. Kampus yang merupakan inisiatif dari Ippho Santosa, penulis mega best-seller “7 keajaiban Rezeki” ini memang baru seumur jagung. Namun alumni-alumni yang ada telah berbicara tentang kualitas pendidikan dan pengajaran di kampus itu. Sebut saja Aji Wanda yang kini telah mendirikan dan sekaligus menjadi CEO pack-creative, Lian Fahmi yang kini telah menjadi eksportir muda yang diperhitungkan, dan ada juga eva yang tidak lama setelah kelulusannya dari Kampus Bisnis Umar Usman berhasil membuka empat butik di empat pusat perbelanjaan ternama di Indonesia. 

Belajar Bisnis dengan Cara Nabi


Rasullah SAW telah mengenal bisnis semenjak beliau kecil. Bisnis atau usaha beliau yang pertama dimulai dari menggembala kambing. Perlahan tapi pasti, lalu bisnis Rasulullah naik terus ke tingkat yang lebih tinggi lagi. Pada saat umur Rasulullah SAW 12, beliau sudah diajak pamannya, yakni Abu Thalib untuk berniaga ke Neger Syam. Disitulah awal mula Rasullah mulai belajar bisnis secara serius. Selanjutnya ketika berusia 17 tahun, Nabi Muhammad sudah mendapatkan mandat penuh untuk menjalankan perdagangan Abu Thalib, reputasinya yang bagus dan tanpa cacat membuatnya banyak dipercaya dan pada usia 20 tahun, Rasulullah sudah berhasil menguasai perdangan di jamannya.

Bagaimana sih Rasulullah bisa seperti itu? Apa rahasianya? Berikut adalah beberapa rahasia yang Rasulullah terapkan dalam kehidupan sehingga memberikan efek besar dalam karir dan bisnis Rasulullah.

1. Kejujuran. Kejujuran adalah sesuatu yang sangat penting, sangat vital dan fundamental. Rasulullah selalu jujur dalam setiap perkataan dan perbuatannya. Rasulullah seringkali melarang pada distributor untuk menaruh barang yang buruk/jelek dalam dagangan yang akan Rasulullah bawa. Beliau selalu memberikan barang dagangan sesuai dengan keadaan aslinya dan selalu yang terbaik bagi konsumen Beliau

2. Berprinsip Ketuhanan. Maksudnya dalam menjalankan bisnis, Rasulullah selalu sadar kalau dirinya diawasi oleh Allah SWT dan ia sadar bahwa Dirinya hanyalah Makhluk. Ia menjalankan bisnis dengan menjauhi apa yang Allah larang, seperti Riba dsb.

3. Bertanggung jawab. Bertanggung jawab tidak hanya pada partner bisnis dan juga atasan. Bertanggung jawab juga kepada Allah SWT.

4. Niat yang baik. Tidak hanya mengejar keuntungan, namun lebih penting ditujukan untuk menolong orang lain. Sharing and giving.
5. Berani bermimpi besar dan mau berusaha mewujudkannya.
6. Personal branding yang baik. Nama baik selalu membuat orang-orang mau bekerja sama dengan Beliau.

Hal-hal diatas adalah beberapa rahasia berbisnis ala Nabi yang insyaa Allah sudah terbukti berhasil.


Namun sayangnya, akhir-akhir ini nilai-nilai yang Nabi ajarkan dalam berbisnis mulai mengendur dari para pebisnis. Keuntungan sudah menjadi fokus utama kebanyakan pebisnis sekarang. Sebab itu, akan lebih baik jika sejak dini, para pengusaha sudah ditanamkan nilai-nilai berbisnis secara islami. Salah satu tempat yang mengajarkan nilai-nilai tersebut adalah kampus bisnis umar usman. Di Kampus Bisnis Umar Usman, diajarkan bagaimana prophetic bussiness ala Nabi Muhammad. Selain itu yang paling penting, di Kampus Bisnis Umar Usman full praktek. Tidak hanya teori.

Hakikat Kekayaan yang Sebenarnya


Kekayaan, apakah kekayaan itu? banyak orang yang dalam hidupnya mencari kekayaan tanpa mengetahui apakah kekayaan itu. Apakah kekayaan itu adalah keberlimpahan harta? Mempunyai banyak rumah dan mobil? Mempunyai sawah berhektar-hektar? Sebenarnya bisa dikatakan benar kalau semua itu adalah kekayaan. Namun jika dilihat lebih jauh lagi, banyak orang yang sudah mempunyai hal itu semua tapi masih merasakan kekurangan disana sini. So, benarkah itu semua yang disebut kekayaan?

Cara pandang islam terhadap kekayaan merupakan cara pandang kekayaan yang sesungguhnya dan hakiki. Kekayaan dalam islam, bukanlah berupa harta benda. Kekayaan yang sesungguhnya tidak selalu diukur dengan angka-angka materi. Adapun keluasan hati seseorang untuk menerima dan menyukuri apa yang ada merupakan kekayaan yang sebenarnya menurut Rasulullah SAW.

Dari Abu Hurairah, Nabi bersabda, “kekayaan bukanlah banyak harta benda, akan tetapi kekayaan adalah kekayaan hati.” (Hadis riwayat Bukhari Muslim)
Seorang alim ternama, Ibnu Baththal mengatakan, “maksud hadist ini bermaksud bahwa kekayaan yang hakiki bukanlah bergelimpangan harta. Karena, banyak orang yang Allah luaskan hartanya namun ia tetap saja tidak merasa cukup dengan pemberian tersebut. Maka ia terus mencari-cari harta untuk memenuhi keinginannya dengan berbagai cara. Tak peduli darimana harta itu didapatkan. Maka sesungguhnya orang tersebut adalah orang yang miskin.

Oleh karena itu, kekayaan yang sebenarnya adalah kekayaan jiwa atau mental kaya. Jiwa yang bersyukur dengan apa yang Allah berikan. Jiwa yang tetap berbagi walaupun dirinya sendiri masih membutuhkan. Jiwa yang tidak mengemis, meminta kecuali hanya pada Allah SWT.


Dalam kehidupan saat ini, “Mental Kaya” sudah jarang ditemui. Bahkan banyak orang kaya harta masih tetap ,meminta dan malas berbagi. “Mental Kaya” semestinya sudah diajarkan sejak dini karena hal tersebut amatlah penting dalam mengarungi kehidupan. Salah satu institusi pendidikan yang mengajarkan tentang “Mental Kaya” adalah Kampus Bisnis Umar Usman. Di Kampus Bisnis Umar Usman, para mahasiswa diajarkan bagaimana caranya hidup dengan “Mental Kaya”. Kampus Bisnis Umar Usman mencetak pengusaha-pengusaha berkarakter sahabat Umar dan Usman yang walaupun kaya, mereka tetap sederhana, mau berbagi ke sesama dan selalu bersyukur.

Bisnis dalam Al-Quran dan Hadist

Bisnis atau perdagangan merupakan suatu hal yang sangat terpuji dalam Islam. Banyak ayat dan hadist Nabi Muhammad yang menyebutkan tentang perdagangan, bahkan Nabi Muhammad sendiri adalah seorang pedagang handal, pebisnis sukses yang sangat disegani. C.C Torney dalam The Commercial Theological Term in the Quran mengatakan bahwa Al-Qur’an menyebutkan dan menjelaskan terminologi tentang norma-norma perdagangan memakai 20 terminologi bisnis dan bahkan diulang-ulang sebanyak 720 kali. Ini menandakan bahwa pentingnya dan terpujinya bisnis dalam Islam.

Hadist juga seringkali menyebutkan tentang bisnis. Dan salah satu yang terkenal adalah hadist yang diriwayatkan oleh Muadz bin Jabal.

Dari Muadz bin Jabal, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “sesungguhnya sebaik-baik usaha adalah usaha perdagangan yang apabila mereka berbicara tidak berdusta, jika berjanji tidak menyalahi, jika dipercaya tidak berkhianat, jika membeli tidak mencela produk, jika menjual tidak memuji-muji dagangan, jika berhutang tidak melambatkan pembayaran, jika memiliki piutang tidak mempersulit. (H.R Baihaqi) dan dalam riwayat lain, “ Hendaklah kamu berdagang, karena didalamnya terdapat 90% pintu rezeki (H.R Ahmad)

Terpujinya bisnis dan perdagangan dalam Islam juga terkait dengan aturan-aturan yang Islam ajarkan dalam berbisnis. Etika-etika yang harus dipatuhi pebisnis, dan juga anjuran dan larangan dalam berbisnis menurut Islam.


Sudah seyogyanya, bagi seorang pebisnis jika ingin terpuji dan sukses hendaklah ia mengikuti apa-apa yang sudah diatur oleh Al-Quran dan Hadist. Sebab itu dalam belajar berbisnis sebaiknya pebisnis muslim menambah ilmu di tempat yang mengajarkan aplikasikan ilmu bisnis secara syar’ie. Salah satu tempat terbaik untuk belajar hal tersebut adalah Kampus Bisnis Umar Usman. Di Kampus Bisnis Umar Usman diajarkan bagaimana cara berbisnis yang tidak hanya mementingkan Dunia tapi juga Akherat.

Bukan Hanya Teori Bisnis, di Kampus Bisnis ini 70% Praktek!

Teori atau praktek, manakah yang lebih penting dari kedua metode tersebut?
Banyak orang berlomba mencari ilmu sebagai landasan teori supaya hidup punya pedoman atau ketika berbisnis juga punya pedoman. Tetapi kenyataannya, jika hanya teori tentu akan sulit pada prakteknya bahkan ujung-ujungnya seringkali teori tersebut malah tidak dipraktekkan.

Anomali yang terjadi dilapangan justru malah sedikit unik. Banyak orang hanya sedikit tahu teori, akan tetapi karena sering praktek justru malah orang-orang ini yang mendulang kesuksesan. Silahkan boleh dibuktikan dengan melihat pada banyaknya juragan kaya di sekitar daerah anda. Atau silahkan lihat bukti nyata dari juragan ikan yang kaya raya dari Jember. Dia malah tidak bisa baca tulis. Haji sukri yang hanya lulusan dasar saja.  Sekarang dia adalah seorang Milliarder yang sejak awal merintis sudah full praktek dengan sedikit teori. 

Sebenarnya keduanya sama penting. Teori mendukung praktek, dan praktek mendukung pada pemantapan teori. Namun yang ingin saya titik beratkan adalah, bahwa dalam hal  berbisnis atau berwirausaha, jika melakukan banyak praktek akan semakin bagus. Dalam berbisnis, prinsip belajar learning by doing akan lebih efektif dan akan lebih cepat terlihat hasilnya. 

Lalu adakah tempat yang mengajarkan bisnis dengan full praktek? Tentu saja ada. Kampus Bisnis Umar Usman tempatnya. Kampus yang didirikan oleh Dompet Dhuafa ini menekankan praktek lebih banyak dari pada teori dengan perbandingan 70% dan 30%.  Kurikulum seperti ini sudah berdasarkan pada pertimbangan dan hasil riset tersendiri tentang bagaimana cara terefektif untuk mencetak pengusaha-pengusaha handal. Sebagai contoh, dalam kurikulum Umar Usman terdapat banyak sekali bussiness competition antara sesama mahasiswa? Mengapa demikian? Hal ini dimaksud untuk menggambar dunia bisnis asli yang penuh dengan kompetisi. Mahasiswa dituntut untuk selalu kreatif dan responsif terhadap persaingan yang berlaku.


Kesimpulannya bisa dikatakan seperti ini. Dalam berbisnis, talk less do more atau sedikit teori banyak praktek lebih baik dari pada sebalikmya. Dan tempat terbaik untuk full praktek sekaligus dimentori para pengusaha handal adalah Kampus Bisnis Umar Usman

087773339220 Tips Sukses Usia Muda

087773339220 Tips dan trik Optimalisasi Innstagram

087773339220 Tips dan Trik Menggampai Impian

087773339220 Ilmu Langit dalam Berbisnis

087773339220 Cara Kaya Tercepat

Kamis, 06 Agustus 2015

Kampus Bisnis Terbaik? Kami Rekomendasikan ini

Kampus Bisnis Islam Terbaik

Kampus Bisnis, kini telah menjadi primadona tersendiri dikalangan pelajar Indonesia. Hal tersebut amatlah wajar jika melihat banyaknya motif yang mendorong para pelajar ingin menjadi pengusaha. Kekayaan, keberlimpahan, kemakmuran merupakan beberapa contoh daya tarik menjadi pengusaha. Daya tarik tersebut membuat minat belajar bisnis pelajar di Indonesia ‘membludak” dan juga memunculkan banyak kampus-kampus bisnis di Indonesia.

Kampus bisnis di Indonesia sungguh beragam. Ada yang mahal dan ada juga yang sangat mahal. Hal itu tergantung fasilitas dan pertimbangan tersendiri pihak kampus. Selain harga, karakter pengajaran juga menjadi “pembeda abadi” tersendiri beberapa kampus. Kampus Bisnis Islam merupakan salah satu pilihan terbaik dari berbagai macam pilihan kampus bisnis. Terutama bagi para pengusaha muslim.

Indonesia merupakan negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Tata cara (syariat) Islam sudah sepatutnya dijunjung tinggi dan menjadi acuan dalam segala tindak tanduk kehidupan. Termasuk dalam berbisnis. Kampus Bisnis yang menjadikan ajaran Islam sebagai panduan utama ajarannya sudah sepatutunya menjadi pilihan utama para calon pengusaha muslim. Kekayaan yang berkah dan melimpah hanya dapat dicapai oleh pengusaha yang tidak menabrak koridor syariah. Seperti tidak melakukan riba, tidak melakukan jual beli barang yang tidak ada, dan sebagainya. Hal ihwal tentang halal haram berbisnis tidak akan diajarkan oleh kampus bisnis biasa. Bisnis sesuai ajaran Nabi hanya diajarkan di Kampus Bisnis Islam.



Salah satu Kampus Bisnis Islam terbaik di Indonesia adalah Kampus Bisnis Umar Usman. Kampus Umar Usman, mempunyai visi ingin menghasilkan pengusaha-pengusaha berkarakter Umar dan Usman. Sahabat-sahabat Nabi merupakan generasi terbaik ummat ini. Dan sudah tentu menjadi contoh terbaik dalam kehidupan. Umar dan Usman merupakan salah satu sahabat nabi yang juga menjadi pengusaha dan investor. Kampus Bisnis Umar Usman ingin mencetak pengusaha-pengusaha seperti Umar dan Usman yang saleh, bertanggung jawab, disiplin, dan peduli.


Selain itu, Kampus Bisnis Umar Usman juga memiliki kurikulum yang unik, menarik, dan full praktik. Kurikulum pengajaran Kampus Bisnis Umar Usman 70% praktek dan 20% teori. Hal tersebut lebih memudahkan mahasiswa (calon-calon pengusaha) untuk menyerap materi-materi berbisnis agar siap langsung terjun ke dunia pengusaha setelah lulus. Sesuai dengan tagline  yang diusung Kampus Bisnis Umar Usman. “Satu Tahun Jadi Pengusaha!!!”.

Pentingnya Mentoring Dalam Berbisnis

Belajar Bisnis Dimentori Pebisnis Handal Selama Setahun

Sejak kita kecil saat mulai berjalan atau belajar mengendarai kita senantiasa dibimbing oleh orang tua atau kakak kita yang selalu mengajarkan kita dan memotivasi untuk terus berusaha dan pantang menyerah. Begitu juga ketika kita sekolah, guru selalu ada untuk membimbing kita dalam menghadapi setiap mata pelajaran sampai kelulusan tiba. 

Dalam setiap pilihan yang kita ambil, tentu sangatlah penting bagi kita untuk mempunya seseorang yang bisa ditanya dan mencari acuan. Dalam berbisnis juga demikian. Sebagai pengusaha pemula (start-up), apalagi yang baru berbisnis, amat penting bagi kita untuk memiliki mentor bisnis. Siapakah mentor bisnis? Mentor bisnis adalah orang yang bisa jadi pembimbing dan pelatih kita di dalam menjalankan usaha.

Kenapa anda perlu memiliki mentor, ada beberapa hal yang bisa jadi alasan: 

1. Bisnis itu Dinamis, Tidak Selalu Sukses 
Bisnis tidak selalu mulus, ada kalanya kita gagal dalam bisnis, rugi atau bahkan bangkrut. Alangkah baiknya jika kita bisa mencegah sebelum pada akhirnya harus bangkrut dan menderita kerugian. Mentor membantu menganalisis usaha kita dan menemukan jawaban dari permasalahan kita berdasarkan pengalaman yang telah dialaminya.

2. Pengusaha Perlu Motivasi dan Disiplin 
Motivasi penting bagi pengusaha ketika di dalam kondisi terpuruk dan jenuh dalam berbisnis. Mentor bisa memotivasi Anda bahwa kegagalan juga bagian dalam bisnis. Dan membuat anda disiplin dengan komitmen-komitmen yang dibuat. 

3. Bisnis Berkembang Jika Kita Berkembang 
Ilmu dalam bisnis adalah investasi leher ke atas yang akan mengembangkan bisnis kita. Pebisnis belajar dari kegagalan dan kebangkrutan. Perlu ada waktu dan budget khusus yang Anda alokasikan untuk belajar.
 


Pertanyaannya, dimana kita bisa mendapatkan mentor bisnis? Sebenarnya mudah saja kalau mau sedikit usaha seperti bergabung di komunitas pengusaha atau ikut seminar rutin. Namun sebenarnya ada cara yang lebih mudah dan dapat mentoring dari pengusaha lain setahun penuh dan bahkan bisa berkelanjutan. Bagaimana caranya?

Kuliah bisnis di Kampus Bisnis UmarUsman. Kampus yang merupakan inisiatif dari Ippho Santosa, penulis mega best-seller “7 keajaiban Rezeki” ini merupakan tempat membagikan ilmu para coach bisnis terkenal seperti Ippho Santosa, Jaya Setiabudi, Adam Nova, Agus Piranhamas, Dewa Eka Prayoga, dan coach serta pebisnis lainnya. Selama setahun penuh kita akan dimentori dan diajarkan cara berkembang menuju kesuksesan seperti mereka.


Ingatlah, bahwa berbinis itu butuh mentor. Kampus Bisnis Umar Usman adalah tempat yang tepat untuk menemukan mentor terbaik.
Pendidikan Karakter Sahabat Nabi pada Pengusaha-pengusaha Muda

Pengusaha merupakan ujung tombak dari perekonomian suatu bangsa. Jumlah pengusaha merupakan cerminan dari kemajuan perekonomian suatu negara. Lazimnya, semakin besar jumlah pengusaha di suatu negara, semakin maju dan stabil perekonomian negara tersebut. Pertambahan jumlah pengusaha juga berkorelasi positif dengan bertambahnya jumlah lapangan pekerjaan, pertambahan pendapatan negara, dan peningkatan tingkat kesejahteraan masyarakat.

Hal yang harus juga harus ditumbuhkan seiring dengan bertambahnya jumlah pengusaha di sebuah negara adalah pendidikan karakter pada pengusaha. Jika memang pengusaha adalah ujung tombak, tentu jauh lebih baik juga ujung tombak tersebut benar-benar tajam. Ibaratnya, ujung tombak yang telah diasah adalah pengusaha yang telah mempunyai karakter yang baik yang benar-benar bisa menjadi andalan suatu bangsa.




Dewasa ini dapat kita lihat sendiri, banyak pengusaha-pengusaha yang justru malah merusak bangsa ini. Bukannya menambah laju perekonomian bangsa, justru malah merusaknya dari dalam. Sebagai contohnya adalah kasus-kasus illegal loging yang terjadi di berbagai hutan di Indonesia. Itu merupakan perbuatan pengusaha-pengusaha yang berkarakter buruk. Ujung tombak yang malah menjadi senjata makan tuan.

Hal tersebut semakin menekankan bahwa pendidikan karakter pada pengusaha sudah sangatlah wajib dilakukan. Pendidikan karakter pada pengusaha muda sudah dilakukan oleh Kampus Bisnis Umar Usman yang menjadikan karakter sahabat Nabi Muhammad, yaitu Umar dan Usman sebagai role model. Sebagai bagian dari generasi terbaik ummat ini, Umar dan Usman dapat menjadi contoh yang baik bagaimana semestinya seorang pengusaha bergaul, bekerja, dan berderma. Kampus Umar Usman menekankan kultur tanggungjawab, disiplin, dan peduli sebagai nilai-nilai yang harus dibawa oleh mahasiswa Kampus Bisnis Umar Usman sampai akhir hayat.
Cuma Kuliah Satu Tahun, Dijamin Jadi Pengusaha

Banyak orang yang menganggap bahwa slogan yang diusung oleh Kampus Bisnis Umar Usman yang terletak di Pejaten hanyalah sebuah bualan belaka. Bagaimana tidak? Kampus yang merupakan inisiatif dari Ippho Santosa, penulis mega best-seller “7 keajaiban Rezeki” tersebut menjadikan kalimat “Satu Tahun Jadi Pengusaha” menjadi tagline-nya. Orang-orang tadi beranggapan, bagaimana mungkin hanya dalam satu tahun, sebuah kampus seorang anak muda bisa menjadi pengusaha? Bukannya jadi pengusaha itu sulit? Harus begini dan begitu?


Kampus Umar Usman membuktikan tagline-nya tersebut dengan mencetak pengusaha-pengusaha handal macam Aji Wanda yang kini telah mendirikan dan sekaligus menjadi CEO pack-creative, Lian Fahmi yang kini telah menjadi eksportir muda yang diperhitungkan, eva yang tidak lama setelah kelulusannya dari Umar Usman berhasil membuka empat butik di empat pusat perbelanjaan ternama di Indonesia, dan juga ada lutfi yang dulunya merupakan tukang parkir dan sekarang menjadi pemilik Bakmi Toki yang sudah mempunyai beberapa cabang di Jakarta dan Jawa Tengah.


Mereka semua muncul menjadi pengusaha handal setelah satu tahun lamanya ditempa dan dicetak untuk menjadi pengusaha. Mereka “dirubah” mulai dari mental, mindset, perilaku bahkan pola hidup. Dari  mental, mindset, perilaku orang biasa menjadi mental, mindset, perilaku para pengusaha. Tak khayal perubahan tersebut juga mempengaruhi percepatan perubahan rezeki dan bisnis mereka, karena kesuksesan itu meninggalkan pola. Mau sukses? Ada polanya. Pola tersebutlah yang diajarkan di Kampus Bisnis Umar Usman sehingga tagline  “Satu Tahun Jadi Pengusaha” bukanlah isapan jempol belaka.

Kampus Pencetak Pengusaha Handal dan Jago Jualan

Kampus Bisnis Pencetak Pengusaha Handal

Dewasa ini, kampus bisnis tumbuh berkembang sangat cepat. Berbagai kampus bisnis dengan berbagai macam “ciri khas” ditawarkan. Mulai dari kampus bisnis yang terkenal elit, mahal, dan elegan. Sampai ada kampus bisnis yang biayanya ringan dan bisa dicicil dengan hasil usaha mahasiswa itu sendiri. Hal tersebut terjadi seiringan dengan berkembangnya minat masyarakat untuk menggeluti dunia wirausaha lebih jauh lagi. Mereka tidak hanya ingin berdagang, tapi juga mereka ingin berbisnis.

Bertambahnya jumlah kampus bisnis juga berbanding lurus dengan jumlah wirausahawan yang kian hari kian bertambah. Data menyebutkan walaupun jika dibandingkan dengan negara-negara lain jumlah wirausaha di indonesia masih terbilang kecil, namun pertumbuhan akhir-akhir ini harus disyukuri. Web resmi Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah RI (www.depkop.go.id) menyebutkan bahwa  jumlah wirausaha Indonesia masih sekitar 1,65% dari total jumlah penduduk. Masih kalah jauh jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga semisal Singapura, Malaysia, dan Thailand. Adapun persentase wirausaha di Singapura itu sudah 7%, Malaysia 5%, Thailand 4%, sedangkan negara maju seperti Amerika Serikat persentasenya sudah mencapai 12%. Jumlah 1,65% diatas sudah merupakan perkembangan yang bisa dikatakan cukup baik dari yang sebelumnya hanya 1,56%. Hal tersebut tidak bisa dipisahkan dari peran kampus-kampus bisnis yang ada di Indonesia.



Diantara kampus-kampus bisnis yang mempunyai bukti nyata telah menghasilkan bukti nyata mencetak pengusaha-pengusaha handal adalah Kampus Bisnis Umar Usman. Kampus yang merupakan inisiatif dari Ippho Santosa, penulis mega best-seller “7 keajaiban Rezeki” ini memang baru seumur jagung. Namun alumni-alumni yang ada telah berbicara tentang kualitas pendidikan dan pengajaran di kampus itu. Sebut saja Aji Wanda yang kini telah mendirikan dan sekaligus menjadi CEO pack-creative, Lian Fahmi yang kini telah menjadi eksportir muda yang diperhitungkan, dan ada juga eva yang tidak lama setelah kelulusannya dari Kampus Bisnis Umar Usman berhasil membuka empat butik di empat pusat perbelanjaan ternama di Indonesia.

Rabu, 05 Agustus 2015

Arti Kemerdekaan

Salah satu hak setiap pribadi manusia yaitu hak mendapatkan kemerdekaan. Lalu, bagaimanakah kemerdekaan menurut Islam? Sebagaimana kita tahu bahwa manusia adalah makhluk yg mulia & utama, ini telah disebutkan dlm Al-Quran surat Al-Isra ayat 70

“Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak2 Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.”

Karena manusia makhluk yang diciptakan oleh Allah dengan mulia, Allah memberikan berbagai hak agar manusia dapat mempertahankan kemuliaannya.

Diantara begitu banyak hak manusia, salah satunya adalah hak untuk mendapatkan kemerdekaan baik lahiriah maupun batiniah. Kemerdekaan yang dimaksud disini ialah harus meliputi jaminan kepada hak-hak jasmaniah dan rohaniah, seperti kemerdekaan, kemerdekaan agama, kemerdekaan harta, dan sebagainya.

Kali ini akan dipaparkan tiga pengertian kemerdekaan diatas menurut islam. Kemerdekaan yang pertama adalah kemerdekaan hidup. Nyawa merupakan karunia Allah SWT yang paling mahal yang diberikan kepada manusia. Oleh karena itu perlu adanya jaminan hukum agar kemerdekaan dan keselamatannya bisa terjamin. Bahkan bukan hanya nyawa yang harus mendapat jaminan tapi semua anggota badan harus mendapat jaminan keselamatan. Supaya manusia leluasa menjalankan hidupnya di dunia ini, Islam memberi aturan yang keras berupa larangan membunuh. Larangan Membunuh diri sendiri dan juga membunuh orang lain berdasarkan ( QS. An-Nisa : 29) dan (QS. Al-Isra : 33).
Bagi yang melanggar larangan tersebut, hukum qishash-lah yang berlaku. Yaitu hukum pembalasan yang setimpal sebagai jaminan untuk menjaga nyawa manusia dari pembunuhan atau penganiayaan. Namun semuanya itu tentu harus dijalankan menurut aturan hukum, yaitu memakai putusan hakim, bukan menurut kehendak sendiri-sendiri. 

Kemerdekaan selanjutnya adalah kemerdekaan beragama. Kemerdekaan beragama merupakan hak azasi manusia yang sangat penting. Seorang manusia harus merasa bebas dan merdeka untuk memilih agamanya menurut kehendaknya sndiri tanpa adanya paksaan dari orang lain. Tiap negara menjamin kebebasan beragama termasuk Negara Republik Indonesia. Bagaimana menurut Islam? Mari kita perhatikan firman Allah SWT pada QS. Al-Baqarah ayat 256

“Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Islam memang memerintahkan agar umatnya melaksanakan dakwah yaitu mengajak orang lain untuk masuk Islam. namun dakwah tersebut sama sekali tidak boleh dilakukan dengan kekerasan, kekuasaan atau paksaan.
Kewajiban seorang muslim hanya sekedar menyampaikan saja, adapun mau menurut atau tidaknya tergantung pada kesadaran yang menerimanya, juga tergantung ada dan tidaknya hidayah dari Allah . Salah, apabila umat Islam tidak mau mengajak dan tidak dosa hukumnya apabila yang diajak itu tidak mau menurut.

Lalu yang terakhir adalah Kemerdekaan Harta. Baru terasa hidup merdeka dan tentram hati apabila memiliki harta yang dijamin oleh aturan atau undang-undang. Sepi dari pencuri kosong dari rampok merupakan harapan semua manusia terutama yang memiliki banyak harta. Oleh karena itu Islam memberi aturan yang berat dengan cara menjatuhkan hukuman potong tangan bagi setiap pencuri yang telah memenuhi syarat-syarat potong tangan. Maksudnya tiada lain agar keselamatan harta dan kemerdekaan memiliki harta yang menjadi harapan semua bisa terwujud. Begitu pun Islam mengajarkan umatnya, bagaimana cara memiliki dan mencari harta. Seorang muslim dilarang untuk mencari harta dengan cara menipu, korupsi, mencuri dan lain sebagainya. Secara umum diterangkan oleh Allah SWT dalam Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 188.

Sebagai muslim, tentu akan lebih baik jika dalam mencari harta mengikuti Sunnah Rasulullah SAW. Sejak kecil Rasulullah sudah ikut berdagang dan berbisnis. Selain itu disebutkan pula bahwa 9 dari 10 pintu rizki melalui perdagangan. Marilah kita sama-sama mengikuti sunnah Nabi ini. Berbisnis dengan cara yang halal dan diridhoi Allah. Kita sama-sama mencari ilmu kekayaan dan kelimpahan yg berkah di bisnis. Bisnis itu bukan hanya sekedar untung rugi, tapi juga tentang SURGA dan NERAKA. Jika ingin Mempelajari Bisnis yang Syar’ie dan sesuai tuntunan Nabi. Kampus Bisnis Umar Usman tentu pilihan yang pasti.

Demikianlah sedikit mengenai kemerdekaan dan bisnis menurut ajaran Islam. Semoga bermanfaat…