Senin, 24 Agustus 2015

Bisnis dalam Al-Quran dan Hadist

Bisnis atau perdagangan merupakan suatu hal yang sangat terpuji dalam Islam. Banyak ayat dan hadist Nabi Muhammad yang menyebutkan tentang perdagangan, bahkan Nabi Muhammad sendiri adalah seorang pedagang handal, pebisnis sukses yang sangat disegani. C.C Torney dalam The Commercial Theological Term in the Quran mengatakan bahwa Al-Qur’an menyebutkan dan menjelaskan terminologi tentang norma-norma perdagangan memakai 20 terminologi bisnis dan bahkan diulang-ulang sebanyak 720 kali. Ini menandakan bahwa pentingnya dan terpujinya bisnis dalam Islam.

Hadist juga seringkali menyebutkan tentang bisnis. Dan salah satu yang terkenal adalah hadist yang diriwayatkan oleh Muadz bin Jabal.

Dari Muadz bin Jabal, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “sesungguhnya sebaik-baik usaha adalah usaha perdagangan yang apabila mereka berbicara tidak berdusta, jika berjanji tidak menyalahi, jika dipercaya tidak berkhianat, jika membeli tidak mencela produk, jika menjual tidak memuji-muji dagangan, jika berhutang tidak melambatkan pembayaran, jika memiliki piutang tidak mempersulit. (H.R Baihaqi) dan dalam riwayat lain, “ Hendaklah kamu berdagang, karena didalamnya terdapat 90% pintu rezeki (H.R Ahmad)

Terpujinya bisnis dan perdagangan dalam Islam juga terkait dengan aturan-aturan yang Islam ajarkan dalam berbisnis. Etika-etika yang harus dipatuhi pebisnis, dan juga anjuran dan larangan dalam berbisnis menurut Islam.


Sudah seyogyanya, bagi seorang pebisnis jika ingin terpuji dan sukses hendaklah ia mengikuti apa-apa yang sudah diatur oleh Al-Quran dan Hadist. Sebab itu dalam belajar berbisnis sebaiknya pebisnis muslim menambah ilmu di tempat yang mengajarkan aplikasikan ilmu bisnis secara syar’ie. Salah satu tempat terbaik untuk belajar hal tersebut adalah Kampus Bisnis Umar Usman. Di Kampus Bisnis Umar Usman diajarkan bagaimana cara berbisnis yang tidak hanya mementingkan Dunia tapi juga Akherat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar