Selasa, 25 Agustus 2015
Senin, 24 Agustus 2015
Kampus Bisnis Pencetak Pengusaha Handal
Dewasa ini, kampus bisnis
tumbuh berkembang sangat cepat. Berbagai kampus bisnis dengan berbagai macam
“ciri khas” ditawarkan. Mulai dari kampus bisnis yang terkenal elit, mahal, dan
elegan. Sampai ada kampus bisnis yang biayanya ringan dan bisa dicicil dengan
hasil usaha mahasiswa itu sendiri. Hal tersebut terjadi seiringan dengan
berkembangnya minat masyarakat untuk menggeluti dunia wirausaha lebih jauh
lagi. Mereka tidak hanya ingin berdagang, tapi juga mereka ingin berbisnis.
Bertambahnya jumlah kampus
bisnis juga berbanding lurus dengan jumlah wirausahawan yang kian hari kian
bertambah. Data menyebutkan walaupun jika dibandingkan dengan negara-negara
lain jumlah wirausaha di indonesia masih terbilang kecil, namun pertumbuhan
akhir-akhir ini harus disyukuri. Web resmi Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil
Menengah RI (www.depkop.go.id)
menyebutkan bahwa jumlah wirausaha
Indonesia masih sekitar 1,65% dari total jumlah penduduk. Masih kalah jauh jika
dibandingkan dengan negara-negara tetangga semisal Singapura, Malaysia, dan
Thailand. Adapun persentase wirausaha di Singapura itu sudah 7%, Malaysia 5%,
Thailand 4%, sedangkan negara maju seperti Amerika Serikat persentasenya sudah mencapai
12%. Jumlah 1,65% diatas sudah merupakan perkembangan yang bisa dikatakan cukup
baik dari yang sebelumnya hanya 1,56%. Hal tersebut tidak bisa
dipisahkan dari peran kampus-kampus bisnis yang ada di Indonesia.
Diantara kampus-kampus
bisnis yang mempunyai bukti nyata telah menghasilkan bukti nyata mencetak
pengusaha-pengusaha handal adalah Kampus Bisnis Umar Usman. Kampus yang
merupakan inisiatif dari Ippho Santosa, penulis mega best-seller “7 keajaiban
Rezeki” ini memang baru seumur jagung. Namun alumni-alumni yang ada telah
berbicara tentang kualitas pendidikan dan pengajaran di kampus itu. Sebut saja Aji
Wanda yang kini telah mendirikan dan sekaligus menjadi CEO pack-creative, Lian
Fahmi yang kini telah menjadi eksportir muda yang diperhitungkan, dan ada juga
eva yang tidak lama setelah kelulusannya dari Kampus Bisnis Umar Usman berhasil membuka empat
butik di empat pusat perbelanjaan ternama di Indonesia.
Belajar Bisnis dengan Cara Nabi
Rasullah SAW telah mengenal
bisnis semenjak beliau kecil. Bisnis atau usaha beliau yang pertama dimulai
dari menggembala kambing. Perlahan tapi pasti, lalu bisnis Rasulullah naik
terus ke tingkat yang lebih tinggi lagi. Pada saat umur Rasulullah SAW 12,
beliau sudah diajak pamannya, yakni Abu Thalib untuk berniaga ke Neger Syam. Disitulah
awal mula Rasullah mulai belajar bisnis secara serius. Selanjutnya ketika
berusia 17 tahun, Nabi Muhammad sudah mendapatkan mandat penuh untuk
menjalankan perdagangan Abu Thalib, reputasinya yang bagus dan tanpa cacat
membuatnya banyak dipercaya dan pada usia 20 tahun, Rasulullah sudah berhasil
menguasai perdangan di jamannya.
Bagaimana sih Rasulullah
bisa seperti itu? Apa rahasianya? Berikut adalah beberapa rahasia yang
Rasulullah terapkan dalam kehidupan sehingga memberikan efek besar dalam karir
dan bisnis Rasulullah.
1. Kejujuran. Kejujuran adalah sesuatu yang
sangat penting, sangat vital dan fundamental. Rasulullah selalu jujur dalam
setiap perkataan dan perbuatannya. Rasulullah seringkali melarang pada
distributor untuk menaruh barang yang buruk/jelek dalam dagangan yang akan
Rasulullah bawa. Beliau selalu memberikan barang dagangan sesuai dengan keadaan
aslinya dan selalu yang terbaik bagi konsumen Beliau
2. Berprinsip Ketuhanan. Maksudnya dalam
menjalankan bisnis, Rasulullah selalu sadar kalau dirinya diawasi oleh Allah
SWT dan ia sadar bahwa Dirinya hanyalah Makhluk. Ia menjalankan bisnis dengan
menjauhi apa yang Allah larang, seperti Riba dsb.
3. Bertanggung jawab. Bertanggung jawab tidak
hanya pada partner bisnis dan juga atasan. Bertanggung jawab juga kepada Allah
SWT.
4. Niat yang baik. Tidak hanya mengejar
keuntungan, namun lebih penting ditujukan untuk menolong orang lain. Sharing and giving.
5. Berani bermimpi besar dan mau berusaha
mewujudkannya.
6. Personal branding yang baik. Nama baik selalu
membuat orang-orang mau bekerja sama dengan Beliau.
Hal-hal diatas adalah beberapa rahasia berbisnis ala Nabi yang insyaa Allah sudah terbukti berhasil.
Namun sayangnya, akhir-akhir
ini nilai-nilai yang Nabi ajarkan dalam berbisnis mulai mengendur dari para
pebisnis. Keuntungan sudah menjadi fokus utama kebanyakan pebisnis sekarang. Sebab
itu, akan lebih baik jika sejak dini, para pengusaha sudah ditanamkan
nilai-nilai berbisnis secara islami. Salah satu tempat yang mengajarkan
nilai-nilai tersebut adalah kampus bisnis umar usman. Di Kampus Bisnis Umar Usman,
diajarkan bagaimana prophetic bussiness ala
Nabi Muhammad. Selain itu yang paling penting, di Kampus Bisnis Umar Usman full
praktek. Tidak hanya teori.
Hakikat Kekayaan yang Sebenarnya
Kekayaan, apakah kekayaan
itu? banyak orang yang dalam hidupnya mencari kekayaan tanpa mengetahui apakah
kekayaan itu. Apakah kekayaan itu adalah keberlimpahan harta? Mempunyai banyak
rumah dan mobil? Mempunyai sawah berhektar-hektar? Sebenarnya bisa dikatakan
benar kalau semua itu adalah kekayaan. Namun jika dilihat lebih jauh lagi,
banyak orang yang sudah mempunyai hal itu semua tapi masih merasakan kekurangan
disana sini. So, benarkah itu semua
yang disebut kekayaan?
Cara pandang islam terhadap
kekayaan merupakan cara pandang kekayaan yang sesungguhnya dan hakiki. Kekayaan
dalam islam, bukanlah berupa harta benda. Kekayaan yang sesungguhnya tidak
selalu diukur dengan angka-angka materi. Adapun keluasan hati seseorang untuk menerima
dan menyukuri apa yang ada merupakan kekayaan yang sebenarnya menurut
Rasulullah SAW.
Dari Abu Hurairah, Nabi
bersabda, “kekayaan bukanlah banyak harta benda, akan tetapi kekayaan adalah
kekayaan hati.” (Hadis riwayat Bukhari Muslim)
Seorang alim ternama, Ibnu
Baththal mengatakan, “maksud hadist ini bermaksud bahwa kekayaan yang hakiki
bukanlah bergelimpangan harta. Karena, banyak orang yang Allah luaskan hartanya
namun ia tetap saja tidak merasa cukup dengan pemberian tersebut. Maka ia terus
mencari-cari harta untuk memenuhi keinginannya dengan berbagai cara. Tak peduli
darimana harta itu didapatkan. Maka sesungguhnya orang tersebut adalah orang
yang miskin.
Oleh karena itu, kekayaan
yang sebenarnya adalah kekayaan jiwa atau mental kaya. Jiwa yang bersyukur
dengan apa yang Allah berikan. Jiwa yang tetap berbagi walaupun dirinya sendiri
masih membutuhkan. Jiwa yang tidak mengemis, meminta kecuali hanya pada Allah
SWT.
Dalam kehidupan saat ini, “Mental
Kaya” sudah jarang ditemui. Bahkan banyak orang kaya harta masih tetap ,meminta
dan malas berbagi. “Mental Kaya” semestinya sudah diajarkan sejak dini karena
hal tersebut amatlah penting dalam mengarungi kehidupan. Salah satu institusi
pendidikan yang mengajarkan tentang “Mental Kaya” adalah Kampus Bisnis Umar Usman.
Di Kampus Bisnis Umar Usman, para mahasiswa diajarkan bagaimana caranya hidup
dengan “Mental Kaya”. Kampus Bisnis Umar Usman mencetak pengusaha-pengusaha
berkarakter sahabat Umar dan Usman yang walaupun kaya, mereka tetap sederhana,
mau berbagi ke sesama dan selalu bersyukur.
Bisnis dalam Al-Quran dan Hadist
Bisnis atau perdagangan
merupakan suatu hal yang sangat terpuji dalam Islam. Banyak ayat dan hadist
Nabi Muhammad yang menyebutkan tentang perdagangan, bahkan Nabi Muhammad sendiri
adalah seorang pedagang handal, pebisnis sukses yang sangat disegani. C.C
Torney dalam The Commercial Theological Term in the Quran mengatakan bahwa Al-Qur’an
menyebutkan dan menjelaskan terminologi tentang norma-norma perdagangan memakai
20 terminologi bisnis dan bahkan diulang-ulang sebanyak 720 kali. Ini menandakan
bahwa pentingnya dan terpujinya bisnis dalam Islam.
Hadist juga seringkali
menyebutkan tentang bisnis. Dan salah satu yang terkenal adalah hadist yang
diriwayatkan oleh Muadz bin Jabal.
Dari Muadz bin Jabal, bahwa
Rasulullah SAW bersabda, “sesungguhnya sebaik-baik usaha adalah usaha
perdagangan yang apabila mereka berbicara tidak berdusta, jika berjanji tidak
menyalahi, jika dipercaya tidak berkhianat, jika membeli tidak mencela produk,
jika menjual tidak memuji-muji dagangan, jika berhutang tidak melambatkan
pembayaran, jika memiliki piutang tidak mempersulit. (H.R Baihaqi) dan dalam
riwayat lain, “ Hendaklah kamu berdagang, karena didalamnya terdapat 90% pintu
rezeki (H.R Ahmad)
Terpujinya bisnis dan
perdagangan dalam Islam juga terkait dengan aturan-aturan yang Islam ajarkan
dalam berbisnis. Etika-etika yang harus dipatuhi pebisnis, dan juga anjuran dan
larangan dalam berbisnis menurut Islam.
Sudah seyogyanya, bagi
seorang pebisnis jika ingin terpuji dan sukses hendaklah ia mengikuti apa-apa
yang sudah diatur oleh Al-Quran dan Hadist. Sebab itu dalam belajar berbisnis
sebaiknya pebisnis muslim menambah ilmu di tempat yang mengajarkan aplikasikan
ilmu bisnis secara syar’ie. Salah satu tempat terbaik untuk belajar hal
tersebut adalah Kampus Bisnis Umar Usman. Di Kampus Bisnis Umar Usman diajarkan
bagaimana cara berbisnis yang tidak hanya mementingkan Dunia tapi juga Akherat.
Bukan Hanya Teori Bisnis, di Kampus Bisnis ini 70% Praktek!
Teori
atau praktek, manakah yang lebih penting dari kedua metode tersebut?
Banyak orang berlomba mencari ilmu sebagai landasan teori supaya hidup punya pedoman atau ketika berbisnis juga punya pedoman. Tetapi kenyataannya, jika hanya teori tentu akan sulit pada prakteknya bahkan ujung-ujungnya seringkali teori tersebut malah tidak dipraktekkan.
Anomali yang terjadi dilapangan justru malah sedikit unik. Banyak orang hanya sedikit tahu teori, akan tetapi karena sering praktek justru malah orang-orang ini yang mendulang kesuksesan. Silahkan boleh dibuktikan dengan melihat pada banyaknya juragan kaya di sekitar daerah anda. Atau silahkan lihat bukti nyata dari juragan ikan yang kaya raya dari Jember. Dia malah tidak bisa baca tulis. Haji sukri yang hanya lulusan dasar saja. Sekarang dia adalah seorang Milliarder yang sejak awal merintis sudah full praktek dengan sedikit teori.
Sebenarnya keduanya sama penting. Teori mendukung praktek, dan praktek mendukung pada pemantapan teori. Namun yang ingin saya titik beratkan adalah, bahwa dalam hal berbisnis atau berwirausaha, jika melakukan banyak praktek akan semakin bagus. Dalam berbisnis, prinsip belajar learning by doing akan lebih efektif dan akan lebih cepat terlihat hasilnya.
Lalu adakah tempat yang mengajarkan bisnis dengan full praktek? Tentu saja ada. Kampus Bisnis Umar Usman tempatnya. Kampus yang didirikan oleh Dompet Dhuafa ini menekankan praktek lebih banyak dari pada teori dengan perbandingan 70% dan 30%. Kurikulum seperti ini sudah berdasarkan pada pertimbangan dan hasil riset tersendiri tentang bagaimana cara terefektif untuk mencetak pengusaha-pengusaha handal. Sebagai contoh, dalam kurikulum Umar Usman terdapat banyak sekali bussiness competition antara sesama mahasiswa? Mengapa demikian? Hal ini dimaksud untuk menggambar dunia bisnis asli yang penuh dengan kompetisi. Mahasiswa dituntut untuk selalu kreatif dan responsif terhadap persaingan yang berlaku.
Banyak orang berlomba mencari ilmu sebagai landasan teori supaya hidup punya pedoman atau ketika berbisnis juga punya pedoman. Tetapi kenyataannya, jika hanya teori tentu akan sulit pada prakteknya bahkan ujung-ujungnya seringkali teori tersebut malah tidak dipraktekkan.
Anomali yang terjadi dilapangan justru malah sedikit unik. Banyak orang hanya sedikit tahu teori, akan tetapi karena sering praktek justru malah orang-orang ini yang mendulang kesuksesan. Silahkan boleh dibuktikan dengan melihat pada banyaknya juragan kaya di sekitar daerah anda. Atau silahkan lihat bukti nyata dari juragan ikan yang kaya raya dari Jember. Dia malah tidak bisa baca tulis. Haji sukri yang hanya lulusan dasar saja. Sekarang dia adalah seorang Milliarder yang sejak awal merintis sudah full praktek dengan sedikit teori.
Sebenarnya keduanya sama penting. Teori mendukung praktek, dan praktek mendukung pada pemantapan teori. Namun yang ingin saya titik beratkan adalah, bahwa dalam hal berbisnis atau berwirausaha, jika melakukan banyak praktek akan semakin bagus. Dalam berbisnis, prinsip belajar learning by doing akan lebih efektif dan akan lebih cepat terlihat hasilnya.
Lalu adakah tempat yang mengajarkan bisnis dengan full praktek? Tentu saja ada. Kampus Bisnis Umar Usman tempatnya. Kampus yang didirikan oleh Dompet Dhuafa ini menekankan praktek lebih banyak dari pada teori dengan perbandingan 70% dan 30%. Kurikulum seperti ini sudah berdasarkan pada pertimbangan dan hasil riset tersendiri tentang bagaimana cara terefektif untuk mencetak pengusaha-pengusaha handal. Sebagai contoh, dalam kurikulum Umar Usman terdapat banyak sekali bussiness competition antara sesama mahasiswa? Mengapa demikian? Hal ini dimaksud untuk menggambar dunia bisnis asli yang penuh dengan kompetisi. Mahasiswa dituntut untuk selalu kreatif dan responsif terhadap persaingan yang berlaku.
Kamis, 13 Agustus 2015
Kamis, 06 Agustus 2015
Kampus Bisnis Terbaik? Kami Rekomendasikan ini
Kampus Bisnis Islam Terbaik
Kampus
Bisnis, kini telah menjadi primadona tersendiri dikalangan pelajar Indonesia.
Hal tersebut amatlah wajar jika melihat banyaknya motif yang mendorong para
pelajar ingin menjadi pengusaha. Kekayaan, keberlimpahan, kemakmuran merupakan
beberapa contoh daya tarik menjadi pengusaha. Daya tarik tersebut membuat minat
belajar bisnis pelajar di Indonesia ‘membludak” dan juga memunculkan banyak
kampus-kampus bisnis di Indonesia.
Kampus
bisnis di Indonesia sungguh beragam. Ada yang mahal dan ada juga yang sangat
mahal. Hal itu tergantung fasilitas dan pertimbangan tersendiri pihak kampus.
Selain harga, karakter pengajaran juga menjadi “pembeda abadi” tersendiri
beberapa kampus. Kampus Bisnis Islam merupakan salah satu pilihan terbaik dari
berbagai macam pilihan kampus bisnis. Terutama bagi para pengusaha muslim.
Indonesia
merupakan negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Tata cara (syariat)
Islam sudah sepatutnya dijunjung tinggi dan menjadi acuan dalam segala tindak
tanduk kehidupan. Termasuk dalam berbisnis. Kampus Bisnis yang menjadikan
ajaran Islam sebagai panduan utama ajarannya sudah sepatutunya menjadi pilihan
utama para calon pengusaha muslim. Kekayaan yang berkah dan melimpah hanya
dapat dicapai oleh pengusaha yang tidak menabrak koridor syariah. Seperti tidak
melakukan riba, tidak melakukan jual beli barang yang tidak ada, dan
sebagainya. Hal ihwal tentang halal haram berbisnis tidak akan diajarkan oleh
kampus bisnis biasa. Bisnis sesuai ajaran Nabi hanya diajarkan di Kampus Bisnis
Islam.
Salah
satu Kampus Bisnis Islam terbaik di Indonesia adalah Kampus Bisnis Umar Usman.
Kampus Umar Usman, mempunyai visi ingin menghasilkan pengusaha-pengusaha
berkarakter Umar dan Usman. Sahabat-sahabat Nabi merupakan generasi terbaik
ummat ini. Dan sudah tentu menjadi contoh terbaik dalam kehidupan. Umar dan
Usman merupakan salah satu sahabat nabi yang juga menjadi pengusaha dan
investor. Kampus Bisnis Umar Usman ingin mencetak pengusaha-pengusaha seperti Umar dan Usman
yang saleh, bertanggung jawab, disiplin, dan peduli.
Selain
itu, Kampus Bisnis Umar Usman juga memiliki kurikulum yang unik, menarik, dan full praktik. Kurikulum pengajaran
Kampus Bisnis Umar Usman 70% praktek dan 20% teori. Hal tersebut lebih
memudahkan mahasiswa (calon-calon pengusaha) untuk menyerap materi-materi
berbisnis agar siap langsung terjun ke dunia pengusaha setelah lulus. Sesuai dengan
tagline
yang diusung Kampus Bisnis Umar Usman. “Satu Tahun Jadi
Pengusaha!!!”.
Pentingnya Mentoring Dalam Berbisnis
Belajar Bisnis Dimentori Pebisnis
Handal Selama Setahun
Sejak kita kecil saat mulai berjalan
atau belajar mengendarai kita senantiasa dibimbing oleh orang tua atau kakak
kita yang selalu mengajarkan kita dan memotivasi untuk terus berusaha dan
pantang menyerah. Begitu juga ketika kita sekolah, guru selalu ada untuk
membimbing kita dalam menghadapi setiap mata pelajaran sampai kelulusan
tiba.
Dalam setiap pilihan yang kita
ambil, tentu sangatlah penting bagi kita untuk mempunya seseorang yang bisa
ditanya dan mencari acuan. Dalam berbisnis juga demikian. Sebagai pengusaha
pemula (start-up), apalagi yang baru
berbisnis, amat penting bagi kita untuk memiliki mentor bisnis. Siapakah mentor
bisnis? Mentor bisnis adalah orang yang bisa jadi pembimbing dan pelatih kita
di dalam menjalankan usaha.
Kenapa anda perlu memiliki mentor,
ada beberapa hal yang bisa jadi alasan:
1. Bisnis itu Dinamis, Tidak Selalu
Sukses
Bisnis tidak selalu mulus, ada
kalanya kita gagal dalam bisnis, rugi atau bahkan bangkrut. Alangkah baiknya
jika kita bisa mencegah sebelum pada akhirnya harus bangkrut dan menderita
kerugian. Mentor membantu menganalisis usaha kita dan menemukan jawaban dari
permasalahan kita berdasarkan pengalaman yang telah dialaminya.
2. Pengusaha Perlu Motivasi dan
Disiplin
Motivasi penting bagi pengusaha
ketika di dalam kondisi terpuruk dan jenuh dalam berbisnis. Mentor bisa
memotivasi Anda bahwa kegagalan juga bagian dalam bisnis. Dan membuat anda
disiplin dengan komitmen-komitmen yang dibuat.
3. Bisnis Berkembang Jika Kita
Berkembang
Ilmu dalam bisnis adalah investasi
leher ke atas yang akan mengembangkan bisnis kita. Pebisnis belajar dari
kegagalan dan kebangkrutan. Perlu ada waktu dan budget khusus yang Anda
alokasikan untuk belajar.
Pertanyaannya, dimana kita bisa
mendapatkan mentor bisnis? Sebenarnya mudah saja kalau mau sedikit usaha
seperti bergabung di komunitas pengusaha atau ikut seminar rutin. Namun
sebenarnya ada cara yang lebih mudah dan dapat mentoring dari pengusaha lain
setahun penuh dan bahkan bisa berkelanjutan. Bagaimana caranya?
Kuliah bisnis di Kampus Bisnis UmarUsman. Kampus yang
merupakan inisiatif dari Ippho Santosa, penulis mega best-seller “7 keajaiban
Rezeki” ini merupakan tempat membagikan ilmu para coach bisnis terkenal seperti
Ippho Santosa, Jaya Setiabudi, Adam Nova, Agus Piranhamas, Dewa Eka Prayoga,
dan coach serta pebisnis lainnya. Selama setahun penuh kita akan dimentori dan
diajarkan cara berkembang menuju kesuksesan seperti mereka.
Ingatlah, bahwa berbinis
itu butuh mentor. Kampus Bisnis Umar Usman adalah tempat yang tepat untuk
menemukan mentor terbaik.
Pendidikan Karakter
Sahabat Nabi pada Pengusaha-pengusaha Muda
Pengusaha merupakan ujung tombak dari
perekonomian suatu bangsa. Jumlah pengusaha merupakan cerminan dari kemajuan
perekonomian suatu negara. Lazimnya, semakin besar jumlah pengusaha di suatu
negara, semakin maju dan stabil perekonomian negara tersebut. Pertambahan
jumlah pengusaha juga berkorelasi positif dengan bertambahnya jumlah lapangan
pekerjaan, pertambahan pendapatan negara, dan peningkatan tingkat kesejahteraan
masyarakat.
Hal yang harus juga harus ditumbuhkan
seiring dengan bertambahnya jumlah pengusaha di sebuah negara adalah pendidikan
karakter pada pengusaha. Jika memang pengusaha adalah ujung tombak, tentu jauh
lebih baik juga ujung tombak tersebut benar-benar tajam. Ibaratnya, ujung
tombak yang telah diasah adalah pengusaha yang telah mempunyai karakter yang
baik yang benar-benar bisa menjadi andalan suatu bangsa.
Dewasa ini dapat kita lihat sendiri,
banyak pengusaha-pengusaha yang justru malah merusak bangsa ini. Bukannya
menambah laju perekonomian bangsa, justru malah merusaknya dari dalam. Sebagai
contohnya adalah kasus-kasus illegal
loging yang terjadi di berbagai hutan di Indonesia. Itu merupakan perbuatan
pengusaha-pengusaha yang berkarakter buruk. Ujung tombak yang malah menjadi
senjata makan tuan.
Hal tersebut semakin menekankan bahwa
pendidikan karakter pada pengusaha sudah sangatlah wajib dilakukan. Pendidikan
karakter pada pengusaha muda sudah dilakukan oleh Kampus Bisnis Umar Usman yang
menjadikan karakter sahabat Nabi Muhammad, yaitu Umar dan Usman sebagai role model. Sebagai bagian dari generasi
terbaik ummat ini, Umar dan Usman dapat menjadi contoh yang baik bagaimana
semestinya seorang pengusaha bergaul, bekerja, dan berderma. Kampus Umar Usman
menekankan kultur tanggungjawab, disiplin, dan peduli sebagai nilai-nilai yang
harus dibawa oleh mahasiswa Kampus Bisnis Umar Usman sampai akhir hayat.
Cuma Kuliah Satu Tahun, Dijamin Jadi
Pengusaha
Banyak orang yang menganggap bahwa
slogan yang diusung oleh Kampus Bisnis Umar Usman yang terletak di Pejaten
hanyalah sebuah bualan belaka. Bagaimana tidak? Kampus yang merupakan inisiatif
dari Ippho Santosa, penulis mega best-seller “7 keajaiban Rezeki” tersebut
menjadikan kalimat “Satu Tahun Jadi Pengusaha” menjadi tagline-nya. Orang-orang tadi beranggapan, bagaimana mungkin hanya
dalam satu tahun, sebuah kampus seorang anak muda bisa menjadi pengusaha?
Bukannya jadi pengusaha itu sulit? Harus begini dan begitu?
Kampus Umar Usman membuktikan tagline-nya tersebut dengan mencetak
pengusaha-pengusaha handal macam Aji Wanda yang kini telah mendirikan dan
sekaligus menjadi CEO pack-creative, Lian Fahmi yang kini telah menjadi
eksportir muda yang diperhitungkan, eva yang tidak lama setelah kelulusannya
dari Umar Usman berhasil membuka empat butik di empat pusat perbelanjaan
ternama di Indonesia, dan juga ada lutfi yang dulunya merupakan tukang parkir
dan sekarang menjadi pemilik Bakmi Toki yang sudah mempunyai beberapa cabang di
Jakarta dan Jawa Tengah.
Mereka semua muncul menjadi pengusaha
handal setelah satu tahun lamanya ditempa dan dicetak untuk menjadi pengusaha.
Mereka “dirubah” mulai dari mental, mindset,
perilaku bahkan pola hidup. Dari mental,
mindset, perilaku orang biasa menjadi
mental, mindset, perilaku para
pengusaha. Tak khayal perubahan tersebut juga mempengaruhi percepatan perubahan
rezeki dan bisnis mereka, karena kesuksesan itu meninggalkan pola. Mau sukses?
Ada polanya. Pola tersebutlah yang diajarkan di Kampus Bisnis Umar Usman
sehingga tagline “Satu Tahun Jadi Pengusaha” bukanlah isapan
jempol belaka.
Kampus Pencetak Pengusaha Handal dan Jago Jualan
Kampus Bisnis Pencetak
Pengusaha Handal
Dewasa ini, kampus bisnis tumbuh
berkembang sangat cepat. Berbagai kampus bisnis dengan berbagai macam “ciri
khas” ditawarkan. Mulai dari kampus bisnis yang terkenal elit, mahal, dan
elegan. Sampai ada kampus bisnis yang biayanya ringan dan bisa dicicil dengan
hasil usaha mahasiswa itu sendiri. Hal tersebut terjadi seiringan dengan
berkembangnya minat masyarakat untuk menggeluti dunia wirausaha lebih jauh
lagi. Mereka tidak hanya ingin berdagang, tapi juga mereka ingin berbisnis.
Bertambahnya jumlah kampus bisnis juga
berbanding lurus dengan jumlah wirausahawan yang kian hari kian bertambah. Data
menyebutkan walaupun jika dibandingkan dengan negara-negara lain jumlah wirausaha
di indonesia masih terbilang kecil, namun pertumbuhan akhir-akhir ini harus
disyukuri. Web resmi Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah RI (www.depkop.go.id) menyebutkan bahwa jumlah wirausaha Indonesia masih sekitar 1,65% dari
total jumlah penduduk. Masih kalah jauh jika dibandingkan dengan negara-negara
tetangga semisal Singapura, Malaysia, dan Thailand. Adapun persentase wirausaha
di Singapura itu sudah 7%, Malaysia 5%, Thailand 4%, sedangkan negara maju
seperti Amerika Serikat persentasenya sudah mencapai 12%. Jumlah 1,65% diatas
sudah merupakan perkembangan yang bisa dikatakan cukup baik dari yang
sebelumnya hanya 1,56%. Hal tersebut tidak bisa dipisahkan dari peran
kampus-kampus bisnis yang ada di Indonesia.
Diantara kampus-kampus bisnis yang mempunyai bukti nyata telah menghasilkan bukti nyata mencetak pengusaha-pengusaha handal adalah Kampus Bisnis Umar Usman. Kampus yang merupakan inisiatif dari Ippho Santosa, penulis mega best-seller “7 keajaiban Rezeki” ini memang baru seumur jagung. Namun alumni-alumni yang ada telah berbicara tentang kualitas pendidikan dan pengajaran di kampus itu. Sebut saja Aji Wanda yang kini telah mendirikan dan sekaligus menjadi CEO pack-creative, Lian Fahmi yang kini telah menjadi eksportir muda yang diperhitungkan, dan ada juga eva yang tidak lama setelah kelulusannya dari Kampus Bisnis Umar Usman berhasil membuka empat butik di empat pusat perbelanjaan ternama di Indonesia.
Rabu, 05 Agustus 2015
Arti Kemerdekaan
Salah satu
hak setiap pribadi manusia yaitu hak mendapatkan kemerdekaan. Lalu,
bagaimanakah kemerdekaan
menurut Islam?
Sebagaimana kita tahu bahwa manusia adalah makhluk yg
mulia & utama, ini telah disebutkan dlm Al-Quran surat Al-Isra ayat 70
“Dan sesungguhnya
telah Kami muliakan anak2 Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan Kami
beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan
yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.”
Karena
manusia makhluk yang diciptakan oleh Allah dengan mulia, Allah memberikan
berbagai hak agar manusia dapat mempertahankan kemuliaannya.
Diantara begitu banyak hak manusia, salah satunya adalah hak untuk
mendapatkan kemerdekaan baik lahiriah maupun batiniah. Kemerdekaan yang
dimaksud disini ialah harus meliputi jaminan kepada hak-hak jasmaniah dan rohaniah,
seperti kemerdekaan, kemerdekaan agama, kemerdekaan harta, dan sebagainya.
Kali ini akan dipaparkan tiga
pengertian kemerdekaan diatas menurut islam. Kemerdekaan yang pertama adalah
kemerdekaan hidup. Nyawa merupakan karunia Allah SWT yang paling mahal yang
diberikan kepada manusia. Oleh karena itu perlu
adanya jaminan hukum agar kemerdekaan dan keselamatannya bisa terjamin. Bahkan
bukan hanya nyawa yang harus mendapat jaminan tapi semua anggota badan harus
mendapat jaminan keselamatan. Supaya manusia leluasa menjalankan hidupnya di dunia
ini, Islam memberi aturan yang keras berupa larangan membunuh. Larangan Membunuh diri sendiri dan juga membunuh
orang lain berdasarkan ( QS. An-Nisa : 29) dan (QS. Al-Isra : 33).
Bagi yang melanggar larangan tersebut, hukum
qishash-lah yang berlaku. Yaitu hukum pembalasan yang setimpal sebagai
jaminan untuk menjaga nyawa manusia dari pembunuhan atau
penganiayaan. Namun semuanya itu tentu harus
dijalankan menurut aturan hukum, yaitu memakai putusan hakim, bukan menurut
kehendak sendiri-sendiri.
Kemerdekaan selanjutnya adalah kemerdekaan beragama. Kemerdekaan
beragama merupakan hak azasi manusia yang sangat penting. Seorang
manusia harus merasa bebas dan merdeka untuk memilih agamanya menurut
kehendaknya sndiri tanpa adanya paksaan dari orang lain. Tiap negara menjamin kebebasan
beragama termasuk Negara Republik Indonesia. Bagaimana menurut Islam? Mari kita
perhatikan firman Allah SWT pada QS. Al-Baqarah ayat 256
“Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama
(Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena
itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka
sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak
akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
Islam memang memerintahkan agar umatnya
melaksanakan dakwah yaitu mengajak orang lain untuk masuk Islam. namun dakwah
tersebut sama sekali tidak boleh dilakukan dengan kekerasan, kekuasaan atau
paksaan.
Kewajiban seorang muslim hanya
sekedar menyampaikan saja, adapun mau menurut atau tidaknya
tergantung pada kesadaran yang menerimanya, juga tergantung ada dan tidaknya
hidayah dari Allah . Salah, apabila umat Islam tidak mau
mengajak dan tidak dosa hukumnya apabila yang diajak itu tidak mau menurut.
Lalu yang terakhir adalah Kemerdekaan Harta. Baru terasa hidup
merdeka dan tentram hati apabila memiliki harta yang dijamin oleh aturan atau
undang-undang. Sepi dari pencuri kosong dari rampok merupakan harapan semua
manusia terutama yang memiliki banyak harta. Oleh karena itu Islam memberi
aturan yang berat dengan cara menjatuhkan hukuman
potong tangan bagi setiap pencuri yang telah memenuhi syarat-syarat
potong tangan. Maksudnya tiada lain agar keselamatan harta dan kemerdekaan
memiliki harta yang menjadi harapan semua bisa terwujud. Begitu pun Islam
mengajarkan umatnya, bagaimana cara memiliki dan mencari harta. Seorang muslim
dilarang untuk mencari harta dengan cara menipu, korupsi, mencuri dan lain
sebagainya. Secara umum diterangkan oleh Allah SWT dalam Al-Quran surat
Al-Baqarah ayat 188.
Sebagai muslim, tentu akan lebih baik jika dalam
mencari harta mengikuti Sunnah Rasulullah SAW. Sejak kecil Rasulullah sudah ikut berdagang dan
berbisnis. Selain itu disebutkan
pula bahwa 9 dari 10 pintu rizki melalui perdagangan. Marilah kita sama-sama
mengikuti sunnah Nabi ini. Berbisnis dengan cara yang halal dan diridhoi Allah.
Kita sama-sama mencari ilmu kekayaan dan kelimpahan yg berkah di bisnis. Bisnis
itu bukan hanya sekedar untung rugi, tapi juga tentang SURGA dan NERAKA. Jika
ingin Mempelajari Bisnis yang Syar’ie dan sesuai tuntunan Nabi. Kampus Bisnis
Umar Usman tentu pilihan yang pasti.
Demikianlah sedikit
mengenai kemerdekaan
dan bisnis menurut ajaran Islam. Semoga bermanfaat…
Langganan:
Postingan (Atom)




