Senin, 24 Agustus 2015

Belajar Bisnis dengan Cara Nabi


Rasullah SAW telah mengenal bisnis semenjak beliau kecil. Bisnis atau usaha beliau yang pertama dimulai dari menggembala kambing. Perlahan tapi pasti, lalu bisnis Rasulullah naik terus ke tingkat yang lebih tinggi lagi. Pada saat umur Rasulullah SAW 12, beliau sudah diajak pamannya, yakni Abu Thalib untuk berniaga ke Neger Syam. Disitulah awal mula Rasullah mulai belajar bisnis secara serius. Selanjutnya ketika berusia 17 tahun, Nabi Muhammad sudah mendapatkan mandat penuh untuk menjalankan perdagangan Abu Thalib, reputasinya yang bagus dan tanpa cacat membuatnya banyak dipercaya dan pada usia 20 tahun, Rasulullah sudah berhasil menguasai perdangan di jamannya.

Bagaimana sih Rasulullah bisa seperti itu? Apa rahasianya? Berikut adalah beberapa rahasia yang Rasulullah terapkan dalam kehidupan sehingga memberikan efek besar dalam karir dan bisnis Rasulullah.

1. Kejujuran. Kejujuran adalah sesuatu yang sangat penting, sangat vital dan fundamental. Rasulullah selalu jujur dalam setiap perkataan dan perbuatannya. Rasulullah seringkali melarang pada distributor untuk menaruh barang yang buruk/jelek dalam dagangan yang akan Rasulullah bawa. Beliau selalu memberikan barang dagangan sesuai dengan keadaan aslinya dan selalu yang terbaik bagi konsumen Beliau

2. Berprinsip Ketuhanan. Maksudnya dalam menjalankan bisnis, Rasulullah selalu sadar kalau dirinya diawasi oleh Allah SWT dan ia sadar bahwa Dirinya hanyalah Makhluk. Ia menjalankan bisnis dengan menjauhi apa yang Allah larang, seperti Riba dsb.

3. Bertanggung jawab. Bertanggung jawab tidak hanya pada partner bisnis dan juga atasan. Bertanggung jawab juga kepada Allah SWT.

4. Niat yang baik. Tidak hanya mengejar keuntungan, namun lebih penting ditujukan untuk menolong orang lain. Sharing and giving.
5. Berani bermimpi besar dan mau berusaha mewujudkannya.
6. Personal branding yang baik. Nama baik selalu membuat orang-orang mau bekerja sama dengan Beliau.

Hal-hal diatas adalah beberapa rahasia berbisnis ala Nabi yang insyaa Allah sudah terbukti berhasil.


Namun sayangnya, akhir-akhir ini nilai-nilai yang Nabi ajarkan dalam berbisnis mulai mengendur dari para pebisnis. Keuntungan sudah menjadi fokus utama kebanyakan pebisnis sekarang. Sebab itu, akan lebih baik jika sejak dini, para pengusaha sudah ditanamkan nilai-nilai berbisnis secara islami. Salah satu tempat yang mengajarkan nilai-nilai tersebut adalah kampus bisnis umar usman. Di Kampus Bisnis Umar Usman, diajarkan bagaimana prophetic bussiness ala Nabi Muhammad. Selain itu yang paling penting, di Kampus Bisnis Umar Usman full praktek. Tidak hanya teori.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar